Layanan Pencatatan Sipil

DASAR HUKUM

  1. Perpres Nomor 25 tahun 2008 tentang persyaratan dan tata cara pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil  
  2. Perbup Lamongan No.56 Tahun 2011 tentang SOP Pelayanan Pendaftaran Penduduk & Pencatatan Sipil di Kab.Lamongan
  3. Undang –undang No 24 Tahun 2013 tentang perubahan atas undang-undang No 23 Tahun 2006 tentang administrasi kependudukan
  4. Instruksi Bupati Lamongan No 1 Tahun 2014 Tentang Pembebasan Retribusi Pengurusan dan Penerbitan dokumen Kependudukan di Kabupaten Lamongan

Ketentuan pasal 1 Undang-undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan

  • Pencatatan Sipil adalah pencatatan peristiwa penting yang dialami oleh seseorang dalam register Pencatatan Sipil pada Instansi Pelaksana (tempat penduduk berdomisili)
  • Peristiwa Penting adalah kejadian yang dialami oleh seseorang yang meliputi kelahiran, kematian, lahir mati, perkawinan, perceraian, pengakuan anak, perubahan nama dan perubahan status kewarganegaraan
  • Setiap kelahiran wajib dilaporkan oleh penduduk kepada Instansi pelaksana setermpat paling lambat 60 (enam puluh) hari sejak kelahiran
  • Pencatatan kelahiran sendiri berguna untuk mendukung program tertib administrasi kependudukan, menjadi data penting dalam perencanaan pembangunan, terutama yang berkaitan dengan hak anak dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan hak sosial serta hak hukum lainnya. Setiap anak semestinya memiliki akta kelahiran agar memiliki status hukum yang kuat ditengah masyarakat.

Manfaat / kegunaan akte kelahiran:

  1. Perlindungan hukum oleh Negara terhadap status diri seseorang.
  2. Persyaratan masuk sekolah, melamar pekerjaan, untuk mengurus pernikahan, untuk mengurus paspor, untuk haji dan umroh,serta menetapkan silsilah keturunan dan  penetapan ahli waris, serta berbagai kepentingan Administrasi Publik lainyan.

Syarat-syarat Pembuatan Akta Kelahiran

Usia 0 – 60 hari (Gratis Retribusi )

  1. Mengisi Formulir Permohonan Akta Kelahiran .
  2. Surat Kelahiran Asli dari desa/kelurahan dan dokter/bidan/Rumah Sakit penolong kelahiran.
  3. Foto copy Akta Nikah /Akta Perkawinan Orang tua yang diligaliser pejabat berwenang.
  4. Foto copy KTP orang tua.
  5. Foto copy Kartu Keluarga.
  6. Menghadirkan 2 orang saksi dan foto copy KTP saksi.
  7. Surat Kuasa bermaterai Rp. 6.000,- bagi yang dikuasakan .
  8. Surat keterangan dari kepolisian bagi anak yang tidak diketahui asal usulnya siapa orang tuanya.

Syarat-syarat Pembuatan Akta Kelahiran

Usia 61 hari – 1 tahun.

  1. Mengisi Formulir Permohonan Akta Kelahiran .
  2. Surat Kelahiran Asli dari desa/kelurahan dan dokter/bidan/penolong kelahiran.
  3. Foto copy Akta Nikah/Akta Perkawinan orang tua dilegalisir Pejabat berwenang.
  4. Foto copy KTP orang tua.
  5. Foto copy Kartu Keluarga.
  6. Menghadirkan 2 orang saksi dan foto copy KTP saksi.
  7. Surat Kuasa bermaterai Rp. 6.000,- bagi yang dikuasakan.
  8. Surat  Pernyataan .

Syarat-syarat Permohonan Pembuatan Akta Kelahiran yang melampaui batas waktu usia 1 tahun

  1. Mengisi Formulir Pendaftaran /permohonan Akta Kelahiran.
  2. Surat Kelahiran  Asli dari Desa/ Kelurahan / dokter / bidan desa
  3. Foto copy Akta Nikah /Akta Perkawinan orang tua dilegalisir oleh pejabat berwenang.
  4. Foto copy KK dan KTP orang tua.
  5. Menghadirkan 2 orang saksi dan foto copy KTP saksi.
  6. Surat Kuasa bermaterai Rp. 6.000,- bagi yang dikuasakan.
  7. Foto copy Ijasah bagi yang  memiliki ijasah/Surat Keterangan tidak memiliki ijasah dari desa/kelurahan bagi yang tidak memiliki Ijasah.

Waktu Proses :

  • Desa                               : 2 (dua) hari kerja.
  • Dinas Dukcapil            : 3 (tiga) hari kerja

Akta Kematian.

Syarat yang harus dipenuhi :

  1.  Surat keterangan kematian dari kepala desa/lurah setempat/ dokter/rumah sakit.
  2. Akta kelahiran/perkawinan dari si mati.
  3. Saksi 2 orang baik keluarga maupun bukan dengan syarat telah genap usia 21 tahun.
  4. Foto copy KTP/ KK ( bagi yang memiliki).
  5. Pelapor asli kematian RT

Waktu Proses:

  • Dinas Dukcapil            : 3 (tiga) hari kerja

Akta Perkawinan.

Persyaratan untuk memperoleh Akta Perkawinan :

  1. Mengisi formulir Akta Perkawinan
  2. Foto copi Akta Kelahiran/ surat keterangan kenal lahir kedua calon mempelai.
  3. Surat  keterangan  dari  Desa/  Kelurahan  dengan  menggunakan  Blanko  Model N1, N2, N3, N4.
  4. Foto copy surat Babtis kedua calon mempelai
  5. Surat bukti pemberkatan perkawinan di GEREJA .
  6. Surat ijin komandan bagi anggota TNI/ POLRI.
  7. Pas foto ukuran 4 x 6 , 3 lembar posisi berdampingan.
  8. Foto copy KTP / KK kedua calon mempelai.
  9. Bagi Calon mempelai yang belum genap berusia 21 tahun harus mendapat ijin dari orang tuanya
  10. Surat keterangan kesehatan dari puskesmas dan Rumah sakit
  11. Menghadapkan 2 orang saksi dan foto copi KTP saksi.
  12. Bagi WNI keturunan melampirkan Surat Bukti Kewarga Negaraan RI ( SBKRI ).
  13. Bagi WNA melampirkan Surat Tanda Melapor Diri ( STMD ) dan tanda Pembayaran Pajak Bangsa Asing.
  14. Kalau ada perjanjian kawin harus dibuat sesaat sebelum perkawinan dilaksanakan secara tertulis yang disahkan oleh pegawai pencatat perkawinan.

Waktu Proses

  • Dinas Dukcapil                            : 4 (empat) hari.

Akta Perceraian.

Pencatatan Perceraian bagi yang bukan beragama Islam dilakukan setelah yang bersangkutan mendapatkan Penetapan Pengadilan dan telah mempunyai hukum tetap paling lama 60 hari setelah mendapatkan keputusan pengadilan.

Untuk memperoleh akta perceraian syarat yang diperlukan :

  1. Mengajukan gugatan cerai oleh suami/istri kepada  Pengadilan Negeri untuk mendapatkan keputusan hakim tentang dikabulkannya gugatan perceraian.
  2. Setelah mendapat keputusan / vonis cerai, maka segera didaftarkan ke Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang  telah ditunjuk oleh Pengadilan Negeri dengan membawa persyaratan Foto copy KTP/ KK , menyerahkan akta perkawinan asli.
  3. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil  menerbitkan kutipan akta perceraian.

Waktu Proses :

  • Dinas Dukcapil            : 4 (empat) hari kerja.

         Akta Pengakuan Anak

Pengakuan anak hanya berlaku bagi anak yang orang tuanya telah melaksanakan perkawinan sah menurut agama, tetapi belum sah menurut hukum Negara (UU No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan) dengan memenuhi persyaratan sebagai berikut :

Persyratan Untuk Memperoleh Akta Pengakuan Anak 

  1. Mengisi Formulir Permohonan Akta Pengakuan Anak
  2. Surat Pengantar RT/ RW yang diketahui Kepala Desa / Lurah
  3. Surat kelahiran dari Desa atau Kelurahan.
  4. Foto copy KTP/ KK Ibu Kandung dan Ayah biologis yang mengakui .
  5. Kutipan Akta Kelahiran

Waktu Proses

  • Dinas Dukcapil            : 3 (tiga) hari kerja

         Akta PengesahanAnak

Pengesahan hanya berlaku bagi anak yang orang tuanya telah melaksanakan perkawinan sah menurut hukum agama dan hukum Negara

Persyaratan Untuk Memperoleh Akta Pengesahan Anak 

  1. Mengisi Formulir Permohonan Akta Pengesahan  Anak
  2. Surat Pengantar RT/ RW yang diketahui Kepala Desa / Lurah
  3. Surat kelahiran dari Desa atau Kelurahan.
  4. Foto copy KTP/ KK Ibu Kandung dan Ayah
  5. Kutipan Akta Kelahiran
  6. Foto copy surat nikah /orang tua dan dilegalisir oleh pejabat yang berwenang

Waktu Proses

  • Dinas Dukcapil            : 3 (tiga) hari kerja

PENGURUSAN DAN PENERBITAN DOKUMEN KEPENDUDUKAN

TIDAK DIPUNGUT BIAYA

(Undang-undang Nomer 24 tahun 2013)

Sedangkan untuk persyaratan permohonan penerbitan dokumen-dokumen kependudukan dan akta-akta pencatatan sipil seperti mengurus surat keterangan kelahiran RT/RW, Desa/ Kelurahan, Kecamatan, SKCK POLRES , Surat keterangan dari bidan / Dokter / Rumah sakit penolong persalinan, legalisir surat nikah,

duplikat surat nikah dari KUA atau ISBATH nikah dari pengadilan agama, penetapan pengadilan negeri untuk perubahan elemen data, materai, biaya dua orang saksi dan surat kuasa pemohon, jasa titipan pengurusan menjadi tanggung jawab pribadi pemohon dan tidak diatur dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 2013 maupun PERDA Kabupaten Lamongan